Teman??
Mencari orang yang dapat dipercaya adalah hal yang amat sangat susah. Kita akan lebih mudah percaya terhadap orang yang memang sudah dekat dengan kita. Bukan dengan orang yang baru kita kenal kemarin sore. Tapi pemikiranku tentang orang yang dapat dipercaya nyatanya salah.
Namaku Dina, seorang siswi SMA disebuah sekolah Swasta. Aku tinggal disebuah kota yang tidak terlalu besar. Dikota yang kutinggali ini kamu bisa dengan mudah mendengar tetangga yang mendengkur dengan keras. Hehehe, bercanda. Ya tapi memang seperti itulah kondisi kota yang kutinggali ini.
Aku tinggal bersama orang tua dan nenekku yang sudah menginjak usia delapan puluh tahun. Usia dimana kamu lebih sering mengandalkan orang lain. Ya, aku memiliki keluarga yang amat sangat biasa. Sampai sebuah kejadian mengakibatkan orang tuaku harus bercerai. Papahku ketahuan selingkuh dengan teman satu kantornya. Dan mamah yang sudah tidak tahan langsung mengajukan talak. Walau sudah diadakan mediasi sampai beberapa kali namun hasilnya nihil. Mereka lebih memilih bercerai.
Akhirnya aku memilih tinggal bersama mamah dan nenekku ketimbang harus ikut dengan papahku. Aku mengalami depresi yang cukup berat. Dan kalian tahu apa yang lebih menyakitkan? Di kota yang aku tempati ini perceraian adalah hal yang tabu. Dan anak dari pasangan perceraian ini biasanya akan menjadi sasaran gosip. Bahkan aku mendengar para tetangga yang membicarakan bagaimana teganya papahku yang berselingkuh.
Hari ini aku berjalan dengan cepat agar aku bisa segera memasuki wilayah sekolah yang mana adalah tempat teraman yang ada
“Dina kamu kok kelihatan capek gitu?” tegur temanku. Saat aku berpaling ternyata itu adalah Rina. Satu-satunya teman yang kuanggap sebagai saudaraku.
“Rinaaaaa, aku mau curhat boleh?” aku menghampiri Rina sambil berlari kecil.
“ya kalo mau curhat ya curhat aja. Tapi nanti pas istirahat aja ya? Biar kamu bisa bebas cerita.” Balas Rina sambil tersenyum. Dan hal ini membuatku seketika merasa tenang.
Jam sudah menunjuk waktu istirahat. Banyak siswa berhamburan menuju kearah kantin. Aku berjalan bersama dengan Rina. Dalam perjalanan kekantin ini aku sudah menceritakan sebagian kecil dari masalah yang kualami. Dan saat sampai dikantin, sesi curhat ini berlangsung. Dengan wajah serius Rina menyimak setiap keluh kesah yang kuceritakan. Dia mendengar tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
“jadi begitulah yang terjadi.” Kataku yang mengakhiri sesi curhat ini.
“kamu yang sabar ya Din. Jujur aku hanya bisa kasih kamu semangat. Aku juga enggak akan bisa banyak berkomentar karena aku belum pernah mengalami. Tapi jujur aku ikut prihatin sama kamu.” Jawab Rina dengan wajah serius. “dan kalau kamu butuh tempat curhat, kamu boleh cerita kapanpun kamu mau.”
Saat ini aku benar-benar merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Rina. Satu minggu pun berlalu. Aku selalu menganggap sekolah adalah lingkungan yang aman karena tidak ada yang mengetahui tentang perceraian orang tuaku. Aku berjalan dengan santai saat memasuki halaman sekolah, sampai tiba-tiba salah satu teman kelasku menghampiriku.
“Din kamu yang sabar ya? Papahmu memang jahat sampai tega selingkuh begitu.” Kata teman kelasku ini. Yang membuatku tertegun. Darimana dia tahu hal ini? Aku enggak pernah cerita sama dia. Dan hal ini terjadi beberapa kali. Bahkan hampir semua teman kelas mengatakan hal yang sama.
Awalnya mereka memberi simpati. Tapi lama kelamaan mereka malah menjadikan ini bahan gosip. Bahkan ada beberapa siswa dari kelas sebelah yang berkata kalau ada yang dekat dengan aku nanti orang tuanya juga bercerai. Dan hal ini membuat aku mendadak dijauhi oleh banyak orang.
Beberapa waktu kemudian aku mengetahui kalau yang menyebarkan cerita tentang perceraian orang tuaku adalah Rina. Orang yang kuanggap sebagai sahabatku. Dan Rina juga yang membuat gosip tentang bagaimana kamu juga akan terkena sial jika dekat denganku.
Hal ini membuat aku sadar bahwa sahabat pun bisa menjadi orang yang membuat kita jatuh. Jatuh sampai kamu hancur. Tapi orang yang baru kamu kenal bisa menjadi sosok yang melebihi seorang sahabat.
Selesai....
Komentar
Posting Komentar